Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel

Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel

Secara terminologis fabel berasal dari bahasa Latin fabula. Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia.   Fabel adalah salah satu dongeng yang menampilkan binatang sebagai tokoh utama. Tokoh tersebut dapat berpikir, berperasaan, berbicara, bersikap dan berinteraksi seperti manusia. Fabel bersifat didaktis untuk mendidik. Fabel digunakan sebagai kiasan kehidupan manusia dan untuk mendidik masyarakat.
Pernahkan kamu mendengar cerita fabel? Nah kali ini saya akan membahas secara tuntas mengenai cerita fabel. Oya, kamu sedang mempelajari materi belajar BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel.

Pengertian Fabel

  • Secara terminologis fabel berasal dari bahasa Latin fabula. Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia.  
  • Fabel adalah salah satu dongeng yang menampilkan binatang sebagai tokoh utama. Tokoh tersebut dapat berpikir, berperasaan, berbicara, bersikap dan berinteraksi seperti manusia. Fabel bersifat didaktis untuk mendidik. Fabel digunakan sebagai kiasan kehidupan manusia dan untuk mendidik masyarakat.
Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan yang nyata. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral.

Percayakah kamu, bahwa belajar itu tidak hanya pada manusia? Kita dapat pada apa yang ada dibumi, misalnya belajar pada alam, tumbuhan, atau binatang.

Keseluruhan kehidupan jenis tumbuhan-tumbuhan suatu habitat disebut flora, sedangkan keseluruhan kehidupan jenis binatang disebut fauna.

Pada pelajaran ini kamu akan diajak memahami dan mencermati teks cerita fabel. Tokoh pada cerita fabel biasanya binatang.

Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang, tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya.

Binatang-binatang yang ada pada cerita fabel memiliki karakter seperti manusia. Karakter mereka ada yang baik dan ada juga yang tidak baik.

Mereka mempunyai sifat jujur, sopan, pintar dan senang bersahabat, serta melakukan perbuatan terpuji. Mereka ada yang berkarakter licik, culas, sombong, suka menipu, dan ingin menang sendiri. Cerita fabel tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang dewasa.

Setelah membaca dan memahami teks cerita fabel, kita dapat belajar pada karakter-karakter binatang tersebut. Cerita fabel menjadi salah satu sarana potensial dalam menanamkan nilai-nilai moral.

Kamu dapat belajar dan mencontoh karakter-karakter yang baik dari binatang itu agar kita memiliki sifat terpuji.

Ciri-Ciri Fabel

Adapun ciri-ciri fabel sebagai berikut:
  • Tokoh utama binatang.
  • Alur ceritanya sederhana.
  • Cerita singkat dan bergerak cepat.
  • Karakter tokoh tidak diuraikan secara terperinci.
  • Gaya penceritaan secara lisan.
  • Pesan atau tema kadang-kadang dituliskan dalam cerita.
  • Pendahuluan sangat singkat dan langsung.

Struktur Teks Cerita Fabel

  • Judul adalah kepala karangan yang berfungsi mengarahkan pikiran pembaca tentang gambaran umum isi fabel.
  • Orientasi adalah kalimat yang terdapat pada awal cerita yang fungsinya untuk pengenalan waktu, tempat & karakter/tokoh.
  • Komplikasi adalah bagian/dimana/munculah masalah/atau/konflik cerita.
  • Klimaks adalah konflik mencapai puncaknya.
  • Resolusi adalah bagian penyelesaian masalah atau pemecahan konflik pada cerita.
  • Koda adalah pesan moral dari pengarang (tidak semua pengarang menyantumkan koda pada ceritanya) atau penyelesaian masalah.

Jenis Jenis Fabel

Dilihat dari waktu kemunculannya fabel dapat dikategorikan kedalam fabel klasik dan fabel modern yaitu:

a) Fabel Klasik
Fabel klasik merupakan cerita yang telah ada sejak zaman dahulu, tetapi tidak ketahui persis waktu munculnya, yang diwariskan secara turun-temurun lewat sarana lisan.

Ciri-ciri fabel klasik sebagai berikut:
  • Cerita sangat pendek.
  • Tema sederhana.
  • Kental dengan petuah/moral.
  • Sifat hewani masih melekat.

b) Fabel Modern
Fabel modern merupakan cerita yang muncul cerita yang muncul dalam waktu relatif belum lama dan sengaja ditulis oleh pengarang sebagai ekspresi kesastraan.

Ciri-ciri fabel modern sebagai berikut:
  • Cerita bisa pendek atau panjang.
  • Tema lebih rumit.
  • Kadang-kadang berupa epik atau saga.
  • Karakter setiap tokoh unik.

Contoh Cerita Fabel

Kupu-Kupu Berhati Mulia

Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan ditaman. Ia sangat bahagi, karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu. 

Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon, Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana. “Hei,, kepompong alangkah jelek nasibmu. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?”.

Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya ialah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut. Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu, karena hujan dimana-mana terdapat genangan lumpur.

Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan ” Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong,,,, tolong…!!

Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas, kemudian kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat rating itu!! nanti aku akan mengangkat ranting itu. Lalu sang semut memegang erat ranting itu.

Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman. Kemudian sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji. Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut. “Aku adalah kepomponng yang pernah diejek” kata si kupu-kupu, ternyata kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan dirinya”.

Akhirnya sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.


Penugasan

Nah dari Contoh Cerita Fabel di Atas yang berjudul Kupu-kupu Berhati Mulia jawablah beberapa pertanyaan berikut ini di kolom komentar:
  1. Siapa saja yang menjadi tokoh dalam cerita fabel di atas?
  2. Bagaimana karakter masing-masing tokoh dalam cerita itu?
  3. Hal baik apa yang harus ditiru dalam cerita terbut?

Format Jawaban

Silakan jawab pertanyaan di atas di kolom komentar dengan format sebagai berikut:
Nama Lengkap : .............
Kelas                  : .............
Jawaban:
1. ....................
2. ....................
3. ....................
LihatTutupKomentar

1 Komentar

Cancel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel